Ziani's Blog

Juni 17, 2009

Sistem Perekonomian

Filed under: teori Akuntansi — Tag:, , , — ziani @ 3:19 pm
  1. 1. A. Sistem Perekonomian Kapitalis

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.

Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.

Kebaikan-kebaikan Sistem Kapitalisme

      • Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
      • Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
      • Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.

Kelemahan-kelemahan Sistem Kapitalisme

  • Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  • Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).

B. Negara – Negara Penganut Paham Kapitalis

Negara Amerika Serikat dan Inggris

Pengaruh pemikiran ekonomi Inggris di Amerika yang kental telah memberi corak kapitalis pada perekonomian Amerika. Selain itu, berbagai peristiwa yang telah dilalui USA memberi warna tersendiri dalam perkembangan perekonomiannya. Perristiwa itu antara lain perekonomian yang terjadi saat USA masih berupa daerah-daerah koloni (colonial economy), awal dari kapitalisme modern, perjuangan kemerdekaan, Civil War , pertumbuhan pesat pasar domestic dan ekspansi ke wilayah-wilayah baru.Pemikiran ekonomi awal Amerika tidak menunjukkan suatu kekhasan dari suatu pemikiran. Beberapa pemikiran tersebut mengulas tentang masalah-masalah umum atau perdebatan ekonomi yang ada di Inggris dan Perancis. Tetapi tidak seluruhnya demikian, Roger Williams mengemukakan prinsip ‘coorporate freedom’ yang memadukan antara keinginan pemilik(divine commands) dengan kepentingan perdagangan (needs of commerce). William Penn, salah satu relasi Sir William Petty menganalisa hubungan antara ekonomi koloni dan kota (metropole). Pada masa ini, Penn dengan beberapa pemikir lainnya mencetuskan pemikiran yang disebut sebagai recurrent leitmotiv : reformasi moneter, kepercayaan pada kredit dan uang kertas. Benjamin Franklin (1706-1790) merupakan salah satu pemikir politik ekonomi meskipun tidak dapat disebut sebagai ekonom murni. Franklin lebih terkenal dengan pandangan dan pemikirannya dalam masalah politik. Buku pertamanya yang diterbitkan ketika dia berusia 23 tahun, A Modest Inquiry into the Nature and Nacessity of Paper Currency memuat pernyataannnya tentang value yang hampir mirip dengan pernyataan Petty dalam Treatise. Buku lainnya Observations Concerning the Increase of Mankind (1751), Franklin bergabung dengan penulis-penulis lain yang mencoba mengantisipasi pandangan/teori Malthus tentang pertumbuhan. franklin menulis beberapa tulisan ekonomi dalam beragam topic. Keseluruhan tulisannya menggambarkan bahwa Franklin adalah orang yang cerdas dan pragmatis. Pada masa Post-Revolutionary terjadi kesulitan fiscal dan moneter yang membuat Confederation melakukan berbagi diskusi dan pencetakan literature tentang masalah ini. Alexander Hamilton dan Albert Gallatin adalah dua penulis yang terkenal pada masa itu. Mereka berdua adalah sekretaris keuangan Thomas Jefferson. Sedangkan Thomas Jefferson sebagai ahli sosial politik hanya sedikit mengulas tentang masalah ekonomi. Diperlukan waktu tiga decade untuk memunculkan masalah ekonomi msebagai salah satu isu utama. Revolusi industri di Inggris yang mengacu pada perekonomian Klasik Smith, Say dan Ricardo pada awalnya tidak begitu diminati. Hingga pada tahun 1830 negara bagian Atlantic mulai mengembangkan sektor industri dan pembukaan daerah Barat, studi tentang politik ekonomi mulai diperkenalkan dan diajarkan di college dan universitas. Pemikir ekonomi amerika antara lain: John Rae, melalui bukunya Statesment of Some New Principles on the Subject of Political Economy, etc. (1834), dia menolak doktrin free trade dalam Wealth of Nations dan aspek sosiologi dari teori capital. Henry C. Carey (1793-1879) seorang penganut paham Klasik dan free trader pada akhirnya nanti seperti Ficthe dan List akan mengubah pandangannya tentang perekonomian. Dalam Principles of Political Economy dan beberapa tulisannya menyatakan tentang labor theory of value dan kepercayaannya tentang kemungkinan terjadi penambahan posisi dalm kelas pekerja. Carey dapat juga disebut sebagai salah satu penemu ‘nationalist school’ yang mengenalkan tentang proteksi. Dimana proteksi akan menjadi bagian penting dalam perkembangan Amerika. Akhir Civil War sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran ekonomi USA. Minat untuk mempelajari ilmu ekonomi makin tinggi, berbagai literature tentang ekonomi diterbitkan dan peningkatan ahli-ahli di bidang ekonomi. Revolusi Amerika yang kedua yaitu makin meluasnya industri manufaktur dan perkembangan kapitalisme modern. Dua hal tersebut menciptakan kelas buruh, peningkatan pasar dalam negeri, dan percepatan pembangunan di wilayah Barat (West). Masa yang pernah juga melanda Eropa pada beberapa periode. seluruh keadaan itu makin mendorong aktivitas perekonomian pemerintah dan masalah pengambilan kebijakan ekonomi.

C. Negara Penganut Paham Sosialis

Kuba

Proses pergantian kepemimpinan dari Fidel Castro ke Raul Castro menjawab kegamangan publik internasional akan kepastian arah Kuba. Kuba diyakini sebagai negara komunis paling konsekuen, disamping Korea Utara (meskipun dalam sistem perekonomian korsel cenderung kapitalis), memang terasa cukup fenomenal berkat lahirnya tokoh dengan kepemimpinan berhaluan kirinya yang kental di Kuba. Fidel Castro maestro politik dunia mengundurkan diri pada usia 83 tahun digantikan sang adik Raul Castro yang se-ideologi. Bisa diartikan, tak ada perubahan di Kuba, generasi muda harus menunggu, demokrasi pun layu.

Venezuela

  1. – Menurut Beaver ada 5 pengguna akuntansi yang potensial:
    1. Investors
    2. Diversified vs undiversified
    3. Active vs passive
    4. Professional vs non professional
      1. Information Intermediaries
      2. Financial Analysts
      3. Bond rating agencies
      4. Stock rating agencies
      5. Investment Advisory Services
      6. Brokerage firms
        1. Regulators
        2. FASB
        3. SEC
        4. Congress
          1. Management
          2. Large vs Small firms
          3. Publicly vs Closely held firms
            1. Auditors
            2. National vs Local firms
            3. SEC Practice vs non-SEC practice

–          Menurut IAS framework

The users of financial statements include present and potential investors, employees, lenders, suppliers and other trade creditors, customers, governments and their agencies
and the public. They use financial statements in order to satisfy some of their different needs for information. These needs include the following:
(a) Investors.

The providers of risk capital and their advisers are concerned with the risk inherent in, and return provided by, their investments. They need information to help them determine whether they should buy, hold or sell. Shareholders are also interested in information which enables them to assess the ability of the enterprise to pay dividends.
(b) Employees.

Employees and their representative groups are interested in information about the stability and profitability of their employers. They are also interested in information which enables them to assess the ability of the enterprise to provide remuneration, retirement benefits and employment opportunities.
(c) Lenders.

Lenders are interested in information that enables them to determine whether their loans, and the interest attaching to them, will be paid when due.
(d) Suppliers and other trade creditors.

Suppliers and other creditors are interested in information that enables them to determine whether amounts owing to them will be paid when due. Trade creditors are likely to be interested in an enterprise over a shorter period than lenders unless they are dependent upon the continuation of the enterprise as a major customer.
(e) Customers.

Customers have an interest in information about the continuance of an enterprise, especially when they have a long-term involvement with, or are dependent on, the enterprise.
(f) Governments and their agencies.

Governments and their agencies are interested in the allocation of resources and, therefore, the activities of enterprises. They also require information in order to regulate the activities of enterprises, determine taxation policies and as the basis for national income and similar statistics.
(g) Public.

Enterprises affect members of the public in a variety of ways. For example, enterprises may make a substantial contribution to the local economy in many ways including the number of people they employ and their patronage of local suppliers. Financial statements may assist the public by providing information about the trends and recent developments in the prosperity of the enterprise and the range of its activities.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: